Benchmarking Diklatpim III Angkatan I Tahun 2019 ke Gunung Kidul

01 August 2019 – 16:24

Dalam sambutan Bupati Gunung Kidul, Badingah, yang diwakili oleh Wakil Bupati, Immawan Wahyudi, mengharapkan agar kegiatan benchmarking Diklatpim III Angkatan I BPK Tahun 2019 ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Kidul dapat menjadi penjalin komunikasi di antara kedua instansi. Ia juga mengungkapkan rasa sukacitanya saat menyambut para peserta Diklatpim di Ruang Rapat Kantor Pemkab. Gunung Kidul pada Selasa, 16 Juli 2019 lalu. Wakil Bupati merasa senang karena Badiklat PKN  memilih Pemkab Gunung Kidul sebagai lokasi pembelajaran area perubahan dan agenda inovasi.

Pemkab. Gunung Kidul merupakan kabupaten terbesar di Provinsi DI Yogyakarta, yang terdiri dari 18 kecamatan dan 144 desa dengan penyebaran penduduk yang tidak merata. Mata pencaharian pokoknya adalah pertanian dan hanya pada musim hujan. Kondisi tersebut membuat masyarakatnya sangat partisipatif untuk menjadi lebih aktif dalam berbagai kegiatan. Mereka tetap melakukan banyak kegiatan meskipun tidak dibiayai oleh pemerintah.

Kabupaten Gunung Kidul di bawah kepemimpinan Bupati Badingah berhasil melakukan inovasi yang berbuah beragam penghargaan. Melalui Dinas Kominfo, Pemkab. Gunung Kidul meraih peringkat pertama TOP IT Implementation of Regency Government 2018 dan salah satu dari 100 Kabupaten/Kota untuk pengembangan Smart City. Sang Bupati juga berhasil menjadi inisiator dalam lahirnya inovasi peningkatan peran dan fungsi Setda sebagai perumus kebijakan melalui Aplikasi Spekda (Sekretariat Daerah). Prestasi lain dari Bappeda Pemkab. Gunung Kidul adalah perencanaan terintegrasi melalui sistem e-planning dengan memanfaatkan SIDA SAMEKTA (Sistem Informasi Desa Sarana Mewujudkan Masyarakat Desa Aktif dan Sejahtera) dan SIKAB GUMREGAH (Sistem Informasi Kabupaten Guna Mewujudkan Masyarakat Gunung Kidul Sejahtera).

Pengembangan wisata di daerah ini dilakukan secara serius oleh Dinas Pariwisata. Program Dinas Pariwisata berhasil menjadi lokomotif pembangunan di Gunung Kidul dengan strategi pengembangan Community Based Tourism – pariwisata berbasis masyarakat. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemkab. Gunung Kidul juga melakukan kerja sama dengan Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) dan melahirkan  program Perpustakaan Seru. Program ini terbukti mampu mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dari sisi pertanian dan pangan, pemkab membuat Program Klinik Konsultasi Agribisnis. Program ini adalah media komunikasi secara langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Pada hari yang sama peserta diklatpim melakukan kunjungan ke locus untuk melihat secara langsung inovasi-inovasi yang dilakukan oleh Pemkab. Gunung Kidul. Mereka mendapat kesempatan untuk mempelajari dan mengadaptasi keunggulan inovasi locus yang memiliki best practice dalam pengelolaan tugas dan fungsi organisasi. Peserta yang mengikuti kegiatan benchmarking ini berjumlah 34 orang yang terdiri dari internal BPK, Bappenas, KPU dan Sekretariat Kabinet.

Kepala Badan Diklat PKN, Hery Subowo dalam sambutan pengantarnya menjelaskan bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan benchmarking ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada peserta mengembangkan kemampuan dalam mengidentifikasi area perubahan dan agenda inovasi pada locus benchmarking. Para peserta juga melakukan adopsi dan adaptasi atas kedua hal tersebut di atas sebagai inspirasi dalam mengembangkan ide perubahan yang akan diimplementasikan pada unit organisasi mereka masing-masing. Kepala Badiklat PKN mengapresiasi beragam prestasi Pemkab. Gunung Kidul di bawah kepemimpinan Bupati Badingah. Menurutnya, Pemkab. Gunung Kidul telah berhasil mewujudkan aktualisasi Value Based Leadership. Hal itu menjadi salah satu dasar dalam pemilihan lokasi benchmarking kali ini.

Rangkaian kegiatan benchmarking yang berlangsung pada 15 – 19 Juli 2019 ini  dilanjutkan dengan pembuatan laporan inovasi. Laporan hasil benchmarking disampaikan oleh peserta secara berkelompok dan dihadiri oleh narasumber dari perwakilan pejabat dari Pemkab. Gunung Kidul. Tiap kelompok yang mempresentasikan laporan inovasi perubahannya dapat berdialog langsung dengan narasumber dan kelompok lainnya. Hasil dari presentasi inovasi perubahan tersebut akan menjadi pedoman bagi setiap peserta dalam menyusun proyek inovasi perubahan di unit kerjanya masing-masing. (SE)