Inspirasi Inovasi dari Perpustakaan Nasional

17 September 2018 – 09:04

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) berganti wajah. Gedung ini  diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada September 2017. Presiden menyebut bahwa gedung Perpusnas yang dibangun selama dua tahun ini memiliki 27 lantai itu merupakan gedung perpustakaan tertinggi di dunia. Para peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat III Angkatan II Tahun 2018 berkesempatan mengunjungi Perpusnas dalam rangka visitasi pembelajaran mata diklat Inovasi pada Senin, 3 September 2018. Tampilan gedung yang modern dengan beragam fasilitas pendukungnya merupakan salah satu inovasi pengelolaan perpustakaan di Indonesia. Perpusnas dipilih sebagai lokasi untuk belajar tentang pengembangan inovasi dalam organisasi oleh Badiklat PKN BPK RI. Perpusnas telah melakukan banyak perubahan khususnya dalam hal pengembangan sarana dan prasarana, pelayanan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Peserta diklat yang berjumlah 23 orang mendapatkan paparan tentang perubahan inovatif yang dilakukan oleh Perpusnas. Berdiri di atas lahan seluas 11.975 meter persegi dengan luas bangunan 50.917 meter persegi dan bangunan setinggi 126,3 meter, gedung Perpusnas didesain dengan mengadopsi konsep green building. Teguh, staf perpustakaan Bidang Jasa dan Informasi mengajak para peserta diklat untuk berkeliling dan melihat secara langsung fasilitas yang disediakan untuk melayani masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa ide awal pembangunan gedung perpustakaan ini sudah digagas oleh Presiden Soekarno 65 tahun lalu. Namun, gagasan tersebut baru dapat diwujudkan pada tahun lalu. Pembangunan perpustakaan ini ditujukan sebagai tempat penyimpanan koleksi buku dan menjadikannya sebagai pusat kegiatan masyarakat. Salah satu fasilitas yang dapat dinikmati oleh masyarakat adalah Ruang Teater yang dapat digunakan oleh publik tanpa dipungut biaya. Pengembangan Teknologi informasi dan Komunikasi (TIK) juga mendapat perhatian khusus. Perpusnas memperluas daya jangkau pelayanannya bagi seluruh masyarakat Indonesia melalui aplikasi iPusnas dan Indonesia Onesearch (IOS). Masyarakat dari seluruh wilayah Indoensia dapat mengakses koleksi buku dan jurnal yang dimiliki oleh Perpusnas secara gratis.

Inovasi lainnya yang dilakukan oleh Perpusnas adalah membentuk jejaring di seluruh tingkatan kabupaten atau provinsi di seluruh Indonesia. Jejaring ini bertujuan untuk menggalakkan kegiatan gemar membaca. Peningkatan minat baca secara khusus ditujukan bagi kalangan anak-anak. Fasilitas lain yang dijumpai di gedung yang terletak di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat ini adalah ruang zona promosi budaya baca, data center, layanan anak, lansia dan disabilitas, serta layanan koleksi buku – buku langka. Melalui kunjungan ke Perpusnas kali ini, Badiklat PKN BPK RI berharap para peserta diklat dapat mengambil ide-ide kreatif di Perpusnas untuk diterapkan di masing-masing unit kerjanya. (IAP)

Foto: DM