Inovasi di Pemda Gunung Kidul Libatkan Partisipasi Masyarakat

15/09/2017 – 09:46

Bupati Gunungkidul, Badingah mengungkapkan bahwa salah satu keberhasilan pembangunan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul adalah adanya partisipasi masyarakat yang sangat besar. Hal tersebut diungkapkan Badingah saat menyambut rombongan peserta Benchmarking Diklat Kepemimpinan Tingkat III BPK RI Angkatan II Tahun 2017 di kantor Bupati Gunungkidul pada Senin, 28 Agustus 2017. Gunungkidul di bawah kepemimpinan Badingah telah berhasil mengangkat daerahnya menjadi wilayah yang lebih makmur. Sektor pariwisata menjadi salah satu program andalan dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Pada kegiatan benchmarking tersebut, peserta diklat melakukan observasi secara langsung dan merasakan inovasi yang dilaksanakan oleh empat lokus di bawah koordinator Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Pangan, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Kunjungan peserta diklat ke Bappeda bertujuan untuk menggali informasi tentang pengembangan Sistem Informasi Desa (SID).  Fungsi utama SID adalah pelayanan publik, pengolahan data dan jurnalisme warga. Program ini dirancang oleh Bappeda dalam rangka optimalisasi pembangunan desa.

Pada kunjungan ke Dinas Kesehatan dipaparkan program inovasi tentang ajakan untuk menunda pernikahan di usia dini. Program ini diberi nama “Ayunda si Menik.” Tingginya angka pernikahan di usia dini (anak) mendorong Dinas Kesehatan mengkampanyekan program tersebut di wilayah Gunungkidul. Kunjungan ke Dinas Pertanian dan Pangan disuguhkan realita kesuksesan pembangunan pertanian melalui pengembangan Klinik Konsultasi Agribisnis (KKA). Inovasi ini berhasil meraih penghargaan berupa Piala Abdi Bakti Tani untuk Unit Kerja Pelayanan Publik Berprestasi bidang Pertanian Tahun 2015.

Sementara itu kunjungan peserta diklat ke Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa mendapat gambaran utuh tentang pelaksanaan program Kabupaten Gunungkidul Layak Anak. Program ini berhasil mendapatkan penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA), penghargaan atas Percepatan Cakupan Pemberian Akta Kelahiran Anak Tahun 2017, dan penghargaan atas Upaya Pencegahan Perkawinan Anak Tahun 2017.

Kegiatan benchmarking dalam Diklat Kepemimpinan ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai leadership yang dilakukan oleh lokus. Kegiatan ini akan menjadi referensi untuk penerapan substansi proyek perubahan di unit kerja peserta diklat. (DD)

Foto: DM,MY