Menulis dengan Mudah bersama Nadia Silvarani

23/03/2017 – 16:28

DSC_1860“Jangan patah semangat bila hasil tulisan kita dikritik,” ungkap Nadia Silvarani Lubis, penulis novel-novel best seller (3 Srikandi, Ada Apa Dengan Cinta?) di hadapan para peserta kegiatan Library Fun Meet Up di Perpustakaan Pusdiklat BPK pada Kamis, 16 Maret 2017.

Penulis novel alumni Sastra Prancis, Universitas Indonesia ini membagikan pengalamannya  sebagai salah satu penulis muda produktif untuk merangsang dan menumbuhkan budaya menulis di lingkungan Pusdiklat BPK. Nadia mengungkapkan salah satu cara untuk mendorong lahirnya ide-ide sebuah tulisan dapat diperoleh melalui proses melihat, mendengar dan merasakan. Hal tersebut dilakukan untuk memperkaya kemampuan dan pengalaman empiris panca indera dalam sebuah tulisan.

Pada kesempatan ini, Nadia juga mengungkapkan betapa pentingnya menjaga konsistensi dalam menulis. Tulisan yang konsisten akan memudahkan penyampaian pesan yang ingin disampaikan ke pembaca. Sebaliknya, apabila sebuah tulisan tidak memiliki konsistensi ide, maka pembaca akan kebingungan dan tidak tertarik melanjutkan membacanya hingga akhir.

DSC_1882“Sikap rendah hati dan tidak arogan juga akan menunjang penulis untuk mendapatkan beragam sudut pandang dalam menulis,” tegas perempuan yang cukup produktif dalam membuat novelisasi film-film layar lebar.  Sikap rendah hati akan membuat penulis memiliki pengetahuan yang lebih luas dalam menghasilkan karya.

DSC_1936Keberanian untuk mulai menulis merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi setiap orang. Banyak faktor penghambat yang kerap menghampiri seseorang saat ingin menuangkan ide atau gagasannya dalam sebuah tulisan. Oleh sebab itu, Nadia berusaha untuk membangkitkan keberanian para peserta untuk menuangkan ide-idenya dalam sebuah tulisan pendek pada kegiatan kali ini. Nadia mengajak peserta untuk menuliskan pengalaman maupun ide-ide menarik lainnya dalam sebuah paragraf. Tak disangka-sangka, ternyata peserta ternyata memiliki kemampuan yang cukup bagus dalam merangkai kata demi kata dan menghasilkan sebuah cerita menarik.

Kepala Pusdiklat BPK, Dwi Setiawan Susanto berharap agar Pusdiklat dapat melahirkan penulis-penulis baru yang produktif dan menghasilkan karya tulisan yang inovatif bagi organisasi. Kegiatan Library Fun Meet Up seperti ini diharapkan mampu mendukung  pengembangan kompetensi pegawai dan menunjang pencapaian tugas organisasi dengan lebih baik lagi. (AF)

Foto: Fico