Belajar tentang Manajemen Keuangan Publik dari ICAEW

24/03/2017 – 13:22

DSC_2361Ross Stuart Campbell, Direktur Sektor Publik The Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW) berkesempatan hadir di Pusdiklat BPK dan membagikan pengalaman berharganya dalam bidang manajemen keuangan publik pada Kamis, 23 Maret 2017 di Pusdiklat Kalibata, Jakarta. Kehadiran Campbell di Pusdiklat BPK merupakan hasil kerjasama antara BPK dan ICAEW untuk meningkatkan dan memperkuat manajemen keuangan publik dalam kegiatan focus group discussion (FGD) dengan tema Strengthening Public Finance Management Value for Money.

ICAEW adalah organisasi keanggotaan profesional dunia yang mempromosikan, mengembangkan dan mendukung lebih dari 147.000 akuntan dari seluruh dunia. Lembaga ini menyediakan fasilitas dan sistem pengembangan profesional akuntan melalui saling tukar informasi, pengetahuan, wawasan, dan keahlian teknis. ICAEW adalah satu-satunya organisasi akuntansi profesional untuk menjadi anggota dari World Economic Forum.

DSC_2324Campell hadir sebagai narasumber utama dalam focus group discussion (FGD) yang dihadiri oleh para pejabat eselon dan pemeriksa di lingkungan BPK. Ia mengungkapkan bahwa ICAEW telah dilakukan studi manajemen keuangan publik di Inggris dan daratan Eropa serta negara-negara anggota G20. Organisasi ini memotret pelaporan keuangan publik dari sudut pandang budaya, organisasi, keterampilan, perkembangan informasi dan persepsi publik.

Menurut Campell, ICAEW telah berhasil mengidentifikasi beberapa karakteristik utama dalam pengelolaan manajemen keuangan publik yang baik. Karakteristik yang dimaksud adalah adanya transparansi, akuntabilitas yang berlangsung secara berkesinambungan, pembukuan akurat terkait aset dan kewajiban, profesionalisme tenaga keuangan, serta sistem manajemen keuangan yang kuat.

DSC_2358Campbell menegaskan bahwa setiap negara memiliki pendekatan manajemen keuangan publik dalam cara yang berbeda-beda. Hal tersebut dipengaruhi oleh beragam hal seperti latar belakang sejarah dan budaya manajemen keuangan serta kekuatan sistem lembaga pemeriksa. Namun, bagi Campbell, faktor akuntabilitas merupakan hal utama dan tak bisa ditawar lagi dalam pengelolaan manajemen keuangan publik.

Kepala Pusdiklat BPK, Dwi Setiawan Susanto mengharapkan agar para peserta FGD mendapatkan manfaat maksimal dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Pertukaran informasi dan pengetahuan dengan ICAEW menjadi penting bagi pengembangan organisasi BPK sebagai lembaga pemeriksa yang independen dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. (DD)

Foto: Fico